Tak semua wanita memiliki kesempatan bekerja sebagai wanita karier,
terutama apabila harus mengurus anak dan rumah tangga. Namun, sebagai
pendamping kepala rumah tangga, wanita juga harus mandiri dan siap
membantu keuangan rumah tangga. Untuk itu, ada 5 ide bisnis yang bisa
ibu-ibu coba di rumah.
Membuat souvenir pernikahan
Ini
adalah pekerjaan yang menyenangkan dan tidak membosankan. Membuat
souvenir pernikahan, dibutuhkan sedikit skill dan effort. Anda juga
masih bisa mengatur waktu untuk mengurus anak dan rumah tangga. Yang
perlu Anda lakukan hanya mencari ide membuat beberapa souvenir yang
harganya terjangkau dan unik, buat iklan di social media atau blog untuk
membantu memasarkan souvenir buatan Anda.
Membuat parcel ultah anak
Memiliki
anak, berarti memiliki channel yang cukup luas untuk menjalankan bisnis
kecil Anda ini. Susun beberapa paket parcel untuk anak, buat daftar
harga mulai dari yang murah hingga mahal. Sematkan beberapa foto contoh
juga untuk menarik minat para ibu-ibu, kemudian tawarkan melalui channel
ibu-ibu yang Anda punya.
Baju online
Nah, bisnis
baju ini yang paling menyenangkan dan terkadang menjadi hiburan
tersendiri bagi kita. Selain mencuci mata, Anda juga mendapatkan
keuntungan dari bisnis jualan baju ini. Tinggal tentukan segmen pasar
yang Anda bidik, baju anak-anak kah? baju dewasa kah?
Katering anak
Bisnis
ini tingkat kesulitannya sedang, namun membutuhkan effort yang cukup
banyak dari sisi tenaga dan kreativitas. Membujuk anak untuk doyan makan
bukanlah perkara mudah. Anda harus cermat memperhatikan asupan gizi
serta tampilan sajian makanan agar anak tertarik menyantapnya. Tetapi,
jika dijalankan, bisnis ini menjadi bisnis yang asyik dan menguntungkan.
Kursus anak
Apabila Anda memiliki talenta lebih
untuk mengajar, Anda bisa membagikan ilmu yang Anda punya dengan membuka
kursus kecil-kecilan. Tak harus yang berhubungan dengan pelajaran
sekolah, buat saja kursus menyenangkan seperti melukis, kursus
kepribadian, dan lain sebagainya yang tidak selalu didapat di sekolah.
Sambil mengurus anak dan rumah, sambil mencari tambahan penghasilan, seru kan?
Source : http://www.vemale.com/relationship/karier/12627-ide-bisnis-rumahan-untuk-wanita.html
Ide Usaha Rumahan Yang Lagi Trend Di Tahun 2014
Siapa bilang berbisnis tak bisa dimulai dari dapur sendiri? Tiga wanita ini membuktikan, berawal dari keinginan menyediakan makanan bergizi dan bebas pengawet untuk buah hati, justru membawa mereka jadi wanita pengusaha dengan omzet jutaan per bulan. Rupanya, pasar untuk produk frozen food masih terbuka lebar.
Nuggetku Eksplorasi Bayam Merah
Beberapa tahun lalu Anindhita Damayanti dipusingkan ulah anaknya yang enggan mengonsumi sayur. Merasa memiliki latar belakang Sekolah Perhotelan, Anindhita pun mulai berimprovisasi lewat beragam resep. Ia lalu membuat sendiri nugget sayur untuk si kecil. “Anak saya senang nugget, tapi saya agak enggan membeli nugget yang sudah jadi. Setelah coba-coba bikin sendiri, ternyata anak saya suka sekali,” kata ibu dua anak ini senang.
Belakangan Anindhita menyadari, masalah ini tak hanya dialami dirinya. Banyak ibu-ibu lain yang kesulitan menyuruh anak-anak mereka makan sayur. Maka, pikirnya, kenapa resep andalannya tak dibuat usaha saja? “Muncul idenya dari obrolan dengan ibu-ibu lain. Awalnya saya kasih resepnya, tapi mereka malah pilih untuk pesan langsung ke saya.”
Diakui Anindhita, usaha nugget sayur ini tak dirintis dengan mudah. “Susah-susah gampang awalnya. Soalnya ketika melihat produk saya, orang menganggap harganya mahal. Padahal sebenarnya enggak,” tutur wanita berjilbab ini.
Hebatnya, usaha rumahan yang dimulai dengan modal awal sekitar Rp 150 ribu itu, kini beromzet sekitar Rp 1 – 1,5 juta per bulan. “Sekarang saya membuat nugget sesuai pesanan, soalnya nugget ini tidak pakai pengawet, jadi tidak tahan lama. Paling lama sebulan jika disimpan di freezer .”
Serius dengan bisnis yang digelutinya, Anindhita lalu mendaftarkan nugget buatannya ke Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Bogor dengan nama Nuggetku. Pada tahun 2010, “Saya terpilih sebagai 1 dari 60 orang yang mendapat sertifikasi Halal gratis dari MUI Provinsi Jawa Barat. Proses mendapatkan sertifikasinya sangat lama, susah, dan diperiksa detail sekali. Sampai alat pembuatan nuggetnya juga diperiksa halal atau tidak,” paparnya.
Agar berbeda dengan produk lain, Anindhita menambahkan bayam merah dalam nuggetnya. “Bayam ini sebagai pasokan kebutuhan serat. Vitamin dan mineral yang dikandung bayam merah pun lebih lengkap, terutama kandungan antioksidannya. Untuk membuat nugget ini, saya sudah konsultasikan dengan ahlinya,” terang wanita yang pernah kuliah di Sekolah Tinggi Perhotelan Sahid dan Bogor Hotel Institute.
Saking populernya nugget bayam merah buatan Anindhita, tak hanya anak-anak yang suka. Pelanggan dewasa pun banyak yang suka karena bayam merah dipercaya bermanfaat bagi pencernaan, baik untuk penderita anemia dan ibu-ibu yang baru melahirkan. “Teknik membuat nugget bayam merah berbeda dengan jenis sayur lain. Bayam merah tidak boleh dimasak terlalu panas atau terlalu lama. Kalau memasaknya sampai berubah warna menjadi hijau, berarti antioksidannya sudah hilang. Terlebih sayur yang saya gunakan adalah sayur organik,” ungkap wanita berkulit putih ini.
Kini, ada 5 varian nugget sayur yang sudah dipasarkannya, “Kedepannya, saya ingin membuat nugget vegetarian, tahu, dan daging. Sudah banyak pesanan sih, hanya saja masih dalam tahap trial and error . Jadi nanti saja dulu, deh,” aku Anindhita yang kini dibantu 4 – 5 karyawan untuk membuat nugget dan mengantarkannya ke agen.
Laras Food Selaras Rasa & Harga
Adalah Ririn SP (32), pemilik merek dagang Laras Food yang awalnya bekerja sebagai staf Research and Development makanan beku untuk produk ekspor. “Saya memang sudah tak asing lagi dengan makanan beku. Di luar negeri, sama sekali tak memperbolehkan memakai pengawet dan penyedap,” kata Ririn saat ditemui di rumahnya, Tenaru, Driyorejo, Gresik.
Usai cuti melahirkan perusahaan tempat Ririn bekerja ditutup tanpa ia tahu penyebabnya. “Tapi saya diminta menjadi trainer di perusahaan Singapura. Selama satu tahun saya kerja keliling. Berangkat pagi, pulang malam. Anak dan suami enggak terurus,” ujar ibu dua anak ini sambil tertawa.
Sambil bekerja, Ririn kerap nyambi bikin nugget. “Awalnya, sih, coba-coba. Tapi, kok, orang cocok dengan makanan buatan saya. Pertama bikin Crispy Deli olahan dari udang, ikan, cumi, mi, jamur, sayur, bumbu dicampur tepung, dibungkus kulit lumpia dan diikat daun pandan. Saya kemas dalam bentuk frozen food , jadi tinggal digoreng saat dibutuhkan,” papar Ririn yang memilih non MSG dan pengawet untuk produknya. “Saya membuat resep sampai mendapatkan rasa gurih tanpa MSG.”
Bersama suami, Ali Usman (35), mereka memasarkan produknya door to door atau ditawarkan ke teman-teman dan pabrik. Tak gampang mengenalkan produk frozen food ini. “Orang pasti tanya, ini makanan apa? Biar gampang, saya kasih tester yang sudah digoreng.”
Tahun 2007, Ririn memilih berhenti kerja dan serius menekuni bisnis ini. Untungnya, Ririn sudah punya “modal” jaringan bisnis dan pemasok bahan laut segar. Varian produk buatan Ririn pun meluas, dari Martabak Udang, Nugget Kepiting, Kekian, Ebi Furai, dan lain-lain. “Berbeda dengan harga supermarket, saya menjual mulai dari Rp 14.500 sampai Rp 22 ribu.”
Setelah itu, Ririn mulai memikirkan strategi pemasarannya. Ia mendatangi Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur dan mendapat sambutan hangat. Dua tahun kemudian Laras Food digunakan sebagai merek dagang resmi dan mengikuti pameran yang diadakan Dinas Perikanan. Kebetulan, ada program dari Kementrian Kelautan untuk branding produk nasional.
”Laras Food menjadi proyek pertama yang dipromosikan. Pengiriman pertama ke sebuah supermarket besar. Yang jelas, tanpa bantuan mereka, sangat sulit masuk ke sana,” papar Ririn yang kini memiliki 25 karyawan, yang semuanya ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya.
Namun, Ririn tak mau mewaralabakan usahanya, meski banyak permintaan. Ia lebih memilih sistem keagenan. “Kalau agen jalan, saya juga jalan. Untungnya, semua agen mau menyediakan freezer sendiri, bukan dari saya. Mereka boleh menjual harga lebih, tapi jangan terlalu jauh bedanya.”
Kini, ia sudah memiliki 50 agen yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Makasar, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Tangerang, dan Sumatera. “Penginnya sih bisa ekspor, tapi infrastrukturnya belum siap. Saya harus buka lahan kosong, cari tenaga kerja, izin, dan modalnya besar. Tapi saya yakin prospeknya bagus.”
Lalu, apa kunci Ririn menghadapi pesaing? “Saya mementingkan kualitas dan harga terjangkau. Selanjutnya, biarkan konsumen memilih.” Ririn memang sangat memperhatikan kualitas. Semua makanan sudah diproses digoreng atau dikukus, lalu dimasukkan kemasan plastik dan dibekukan. “Masa konsumsinya 6 bulan dalam suhu beku,” jelas Ririn yang mendapat penghargaan sebagai wirausahawan muda dan pemuda pelopor di bidang kewirausahaan.
Kendala yang sering dihadapi ternyata ada di soal bahan dasar, yang harganya tak menentu dan selalu naik. “Kadang tidak ada ikan atau udang, saya harus cari ke pelabuhan. Akhirnya bikin kesepakatkan dengan supplier . Saya juga baru saja menaikkan harga dari Rp 13.500 jadi Rp 14.500. Menurut saya, harga itu masih terjangkau.”
Sumber : Tabloid Nova
Nuggetku Eksplorasi Bayam Merah
Beberapa tahun lalu Anindhita Damayanti dipusingkan ulah anaknya yang enggan mengonsumi sayur. Merasa memiliki latar belakang Sekolah Perhotelan, Anindhita pun mulai berimprovisasi lewat beragam resep. Ia lalu membuat sendiri nugget sayur untuk si kecil. “Anak saya senang nugget, tapi saya agak enggan membeli nugget yang sudah jadi. Setelah coba-coba bikin sendiri, ternyata anak saya suka sekali,” kata ibu dua anak ini senang.
Belakangan Anindhita menyadari, masalah ini tak hanya dialami dirinya. Banyak ibu-ibu lain yang kesulitan menyuruh anak-anak mereka makan sayur. Maka, pikirnya, kenapa resep andalannya tak dibuat usaha saja? “Muncul idenya dari obrolan dengan ibu-ibu lain. Awalnya saya kasih resepnya, tapi mereka malah pilih untuk pesan langsung ke saya.”
Diakui Anindhita, usaha nugget sayur ini tak dirintis dengan mudah. “Susah-susah gampang awalnya. Soalnya ketika melihat produk saya, orang menganggap harganya mahal. Padahal sebenarnya enggak,” tutur wanita berjilbab ini.
Hebatnya, usaha rumahan yang dimulai dengan modal awal sekitar Rp 150 ribu itu, kini beromzet sekitar Rp 1 – 1,5 juta per bulan. “Sekarang saya membuat nugget sesuai pesanan, soalnya nugget ini tidak pakai pengawet, jadi tidak tahan lama. Paling lama sebulan jika disimpan di freezer .”
Serius dengan bisnis yang digelutinya, Anindhita lalu mendaftarkan nugget buatannya ke Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Bogor dengan nama Nuggetku. Pada tahun 2010, “Saya terpilih sebagai 1 dari 60 orang yang mendapat sertifikasi Halal gratis dari MUI Provinsi Jawa Barat. Proses mendapatkan sertifikasinya sangat lama, susah, dan diperiksa detail sekali. Sampai alat pembuatan nuggetnya juga diperiksa halal atau tidak,” paparnya.
Agar berbeda dengan produk lain, Anindhita menambahkan bayam merah dalam nuggetnya. “Bayam ini sebagai pasokan kebutuhan serat. Vitamin dan mineral yang dikandung bayam merah pun lebih lengkap, terutama kandungan antioksidannya. Untuk membuat nugget ini, saya sudah konsultasikan dengan ahlinya,” terang wanita yang pernah kuliah di Sekolah Tinggi Perhotelan Sahid dan Bogor Hotel Institute.
Saking populernya nugget bayam merah buatan Anindhita, tak hanya anak-anak yang suka. Pelanggan dewasa pun banyak yang suka karena bayam merah dipercaya bermanfaat bagi pencernaan, baik untuk penderita anemia dan ibu-ibu yang baru melahirkan. “Teknik membuat nugget bayam merah berbeda dengan jenis sayur lain. Bayam merah tidak boleh dimasak terlalu panas atau terlalu lama. Kalau memasaknya sampai berubah warna menjadi hijau, berarti antioksidannya sudah hilang. Terlebih sayur yang saya gunakan adalah sayur organik,” ungkap wanita berkulit putih ini.
Kini, ada 5 varian nugget sayur yang sudah dipasarkannya, “Kedepannya, saya ingin membuat nugget vegetarian, tahu, dan daging. Sudah banyak pesanan sih, hanya saja masih dalam tahap trial and error . Jadi nanti saja dulu, deh,” aku Anindhita yang kini dibantu 4 – 5 karyawan untuk membuat nugget dan mengantarkannya ke agen.
Laras Food Selaras Rasa & Harga
Adalah Ririn SP (32), pemilik merek dagang Laras Food yang awalnya bekerja sebagai staf Research and Development makanan beku untuk produk ekspor. “Saya memang sudah tak asing lagi dengan makanan beku. Di luar negeri, sama sekali tak memperbolehkan memakai pengawet dan penyedap,” kata Ririn saat ditemui di rumahnya, Tenaru, Driyorejo, Gresik.
Usai cuti melahirkan perusahaan tempat Ririn bekerja ditutup tanpa ia tahu penyebabnya. “Tapi saya diminta menjadi trainer di perusahaan Singapura. Selama satu tahun saya kerja keliling. Berangkat pagi, pulang malam. Anak dan suami enggak terurus,” ujar ibu dua anak ini sambil tertawa.
Sambil bekerja, Ririn kerap nyambi bikin nugget. “Awalnya, sih, coba-coba. Tapi, kok, orang cocok dengan makanan buatan saya. Pertama bikin Crispy Deli olahan dari udang, ikan, cumi, mi, jamur, sayur, bumbu dicampur tepung, dibungkus kulit lumpia dan diikat daun pandan. Saya kemas dalam bentuk frozen food , jadi tinggal digoreng saat dibutuhkan,” papar Ririn yang memilih non MSG dan pengawet untuk produknya. “Saya membuat resep sampai mendapatkan rasa gurih tanpa MSG.”
Bersama suami, Ali Usman (35), mereka memasarkan produknya door to door atau ditawarkan ke teman-teman dan pabrik. Tak gampang mengenalkan produk frozen food ini. “Orang pasti tanya, ini makanan apa? Biar gampang, saya kasih tester yang sudah digoreng.”
Tahun 2007, Ririn memilih berhenti kerja dan serius menekuni bisnis ini. Untungnya, Ririn sudah punya “modal” jaringan bisnis dan pemasok bahan laut segar. Varian produk buatan Ririn pun meluas, dari Martabak Udang, Nugget Kepiting, Kekian, Ebi Furai, dan lain-lain. “Berbeda dengan harga supermarket, saya menjual mulai dari Rp 14.500 sampai Rp 22 ribu.”
Setelah itu, Ririn mulai memikirkan strategi pemasarannya. Ia mendatangi Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur dan mendapat sambutan hangat. Dua tahun kemudian Laras Food digunakan sebagai merek dagang resmi dan mengikuti pameran yang diadakan Dinas Perikanan. Kebetulan, ada program dari Kementrian Kelautan untuk branding produk nasional.
”Laras Food menjadi proyek pertama yang dipromosikan. Pengiriman pertama ke sebuah supermarket besar. Yang jelas, tanpa bantuan mereka, sangat sulit masuk ke sana,” papar Ririn yang kini memiliki 25 karyawan, yang semuanya ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya.
Namun, Ririn tak mau mewaralabakan usahanya, meski banyak permintaan. Ia lebih memilih sistem keagenan. “Kalau agen jalan, saya juga jalan. Untungnya, semua agen mau menyediakan freezer sendiri, bukan dari saya. Mereka boleh menjual harga lebih, tapi jangan terlalu jauh bedanya.”
Kini, ia sudah memiliki 50 agen yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Makasar, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Tangerang, dan Sumatera. “Penginnya sih bisa ekspor, tapi infrastrukturnya belum siap. Saya harus buka lahan kosong, cari tenaga kerja, izin, dan modalnya besar. Tapi saya yakin prospeknya bagus.”
Lalu, apa kunci Ririn menghadapi pesaing? “Saya mementingkan kualitas dan harga terjangkau. Selanjutnya, biarkan konsumen memilih.” Ririn memang sangat memperhatikan kualitas. Semua makanan sudah diproses digoreng atau dikukus, lalu dimasukkan kemasan plastik dan dibekukan. “Masa konsumsinya 6 bulan dalam suhu beku,” jelas Ririn yang mendapat penghargaan sebagai wirausahawan muda dan pemuda pelopor di bidang kewirausahaan.
Kendala yang sering dihadapi ternyata ada di soal bahan dasar, yang harganya tak menentu dan selalu naik. “Kadang tidak ada ikan atau udang, saya harus cari ke pelabuhan. Akhirnya bikin kesepakatkan dengan supplier . Saya juga baru saja menaikkan harga dari Rp 13.500 jadi Rp 14.500. Menurut saya, harga itu masih terjangkau.”
Sumber : Tabloid Nova
5 Usaha Rumahan Yang Sangat Menjanjikan Tahun 2014
Peluang Usaha Rumahan yang Menguntungkan 2014 | 5 Usaha Rumahan Yang Sangat Menjanjikan
Ternyata masih banyak orang yang ingin menciptakan usaha sendiri,baik itu di jalankan di rumah,maupun di luar rumah,nah saat ini yang sedang mencari usaha rumahan itu bukan saja ibu rumah tangga,yang sehari-harinya berada di rumah,tetapi kalangan bapak juga atau siapa saja,saat ini minat untuk bekerja di rumah semakin tinggi.
Peluang usaha rumahan yang menguntungkan
Banyak factor yang melatar belakangi alasan untuk bekerja di rumah tersebut,dan salah satunya yang paling banyak yang di inginkan adalah,mereka ingin lebih lama dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga,tanp harus meninggalkan kewajibannya yaitu bekerja.
Oke,kali ini saya akan memberikan peluang usaha rumahan yang menguntungkan,buat anda yang ingin mempunyai usaha di rumah.
Bisnis Online
Mengapa saya sarankan anda untuk menggeluti bisnis online ?Karena Bisnis online sudah termasuk Peluang usaha rumahan,yaitu bisnis yang bisa di jalankan di rumah
Adapun Kelebihan dari bisnis online ini adalah :
Modal Bisnis yg sangat kecil dibanding bisnis offline.
Waktu kerja yg fleksibel selama 24 jam.
Bisnis bisa berjalan 24 jam meski kita hanya online beberapa jam saja per hari.
Target pasar tidak terbatas lokasi geografi, bisa nasional dan internasional.
Potensi pasar mencapai ribuan hingga jutaan orang.
Hemat waktu dan bebas dari kemacetan di jalan.
Bisa dikerjakan sendiri jika blm mampu menggaji karyawan.
Bisa ketemu anggota keluarga tiap hari sehingga terjalin komunkasi yg baik.
Bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain jika kita perlukan.
Dan masih banyak lagi.
Banyak bukan ? kelebihan yang akan kita dapatkan,jika kita menjalankan bisnis online ini ,di jadikan usaha rumahan anda,dan tentunya sangat menguntungkan
Masalah keuntungan bisnis online ini,yang pasti anda akan lebih untung di bandingkan dengan menjalankan bisnis secara offline,karena dilihat dari faktor pemasaran,bisnis online sangat luas sekali pasarannya,dan lebih tertarget,tentu harus dengan riset terdahulu.
Pebandingan keuntungan Bisnis Online dan Offline,bisa berbanding jauh,karena saya sudah melihat sendiri,keuntungan pengusaha online lebih besar daripada keuntungan pengusaha offline,dan ini di dukung oleh keadaan di lapangan bahwa sekarang ini pelaku usaha offline mulai beralih untuk memasarkan produknya melalui online.
Dan ternyata memang sudah terbukti bahwa Bisnis Online ini adalah peluang usaha rumahan yang menguntungkan yang bisa di jalankan di rumah.
Sekian artikel dari saya,mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menjadi insfirasi buat anda.
Ternyata masih banyak orang yang ingin menciptakan usaha sendiri,baik itu di jalankan di rumah,maupun di luar rumah,nah saat ini yang sedang mencari usaha rumahan itu bukan saja ibu rumah tangga,yang sehari-harinya berada di rumah,tetapi kalangan bapak juga atau siapa saja,saat ini minat untuk bekerja di rumah semakin tinggi.
Peluang usaha rumahan yang menguntungkan
Banyak factor yang melatar belakangi alasan untuk bekerja di rumah tersebut,dan salah satunya yang paling banyak yang di inginkan adalah,mereka ingin lebih lama dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga,tanp harus meninggalkan kewajibannya yaitu bekerja.
Oke,kali ini saya akan memberikan peluang usaha rumahan yang menguntungkan,buat anda yang ingin mempunyai usaha di rumah.
Bisnis Online
Mengapa saya sarankan anda untuk menggeluti bisnis online ?Karena Bisnis online sudah termasuk Peluang usaha rumahan,yaitu bisnis yang bisa di jalankan di rumah
Adapun Kelebihan dari bisnis online ini adalah :
Modal Bisnis yg sangat kecil dibanding bisnis offline.
Waktu kerja yg fleksibel selama 24 jam.
Bisnis bisa berjalan 24 jam meski kita hanya online beberapa jam saja per hari.
Target pasar tidak terbatas lokasi geografi, bisa nasional dan internasional.
Potensi pasar mencapai ribuan hingga jutaan orang.
Hemat waktu dan bebas dari kemacetan di jalan.
Bisa dikerjakan sendiri jika blm mampu menggaji karyawan.
Bisa ketemu anggota keluarga tiap hari sehingga terjalin komunkasi yg baik.
Bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain jika kita perlukan.
Dan masih banyak lagi.
Banyak bukan ? kelebihan yang akan kita dapatkan,jika kita menjalankan bisnis online ini ,di jadikan usaha rumahan anda,dan tentunya sangat menguntungkan
Masalah keuntungan bisnis online ini,yang pasti anda akan lebih untung di bandingkan dengan menjalankan bisnis secara offline,karena dilihat dari faktor pemasaran,bisnis online sangat luas sekali pasarannya,dan lebih tertarget,tentu harus dengan riset terdahulu.
Pebandingan keuntungan Bisnis Online dan Offline,bisa berbanding jauh,karena saya sudah melihat sendiri,keuntungan pengusaha online lebih besar daripada keuntungan pengusaha offline,dan ini di dukung oleh keadaan di lapangan bahwa sekarang ini pelaku usaha offline mulai beralih untuk memasarkan produknya melalui online.
Dan ternyata memang sudah terbukti bahwa Bisnis Online ini adalah peluang usaha rumahan yang menguntungkan yang bisa di jalankan di rumah.
Sekian artikel dari saya,mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menjadi insfirasi buat anda.
3 Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil Tingkat Kesuksesan Tinggi
Anda mau buka usaha, tapi modalnya sangat minim? Apa yang akan Anda
lakukan? Beberapa orang mungkin akan menyerah dan tidak jadi berbisnis,
tapi mereka yang punya jiwa entrepreneur pasti berusaha keras untuk
membangun bisnisnya walaupun modalnya minim. Nah, thread saya ini ingin
membahas beberapa jenis usaha rumahan yang bisa sukses walau dengan modal kecil.
Modal yang saya maksud disini adalah modal materiil dan modal non materiil, utamanya modal materiil. Kalau modal non materiil adalah niat dari diri kita sendiri, keahlian, dan lain-lain. Kedua modal ini memang harus ada jika kita mau berhasil di bisnis apapun. Modal keahlian dan niat kalau tanpa modal materiil, rasanya akan sangat sulit berkembang. Ok, berikut ini adalah beberapa usaha rumahan yang bisa sukses dengan modal kecil.
1. Membuka Usaha Makanan Ringan
Ada banyak jenis usaha makanan ringan yang bisa kita temukan di sekitar kita. Misalnya aneka jajanan gorengan, martabak, kue kering, dan masih banyak lagi. Salah satu usaha rumahan yang menurut saya cukup berhasil adalah usaha gorengan.
Usaha gorengan mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, dan mungkin kebanyakan dari kita tidak mau menjalankan usaha ini. Saya punya seorang kenalan yang punya usaha berjualan gorengan tahu pedas. Dia membuat brand usahanya tersebut dengan Tahu Jeletot Taisi. Awalnya saya menganggap bisnisnya ini bisnis ecek-ecek karena .... jualan tahu gitu loh.
Ternyata ini bukan sembarang bisnis, dia berhasil mengembangkan usahanya dengan sistem waralaba. Saat ini dia punya mitra sekitar 60an. Penghasilannya dalam sebulan ngalahin gaji pakerja kantoran level manager. Ternyata duit penjual tahu goreng lebih banyak dari manager di kantor gan.
2. Buka Usaha Angkringan Nasi Kucing
Nah ini dia satu lagi bisnis yang sering dianggap sepele sama banyak orang... jualan nasi kucing kog kayanya ga keren ya. Kalau belum tahu apa itu nasi kucing, monggo di search dulu di Google ya. Saya pribadi orangnya agak gengsi kalau jualan nasi kucing yang pake grobakan gitu. Saya juga punya kenalan yang punya usaha angkrinan nasi kucing lho.
Yang satu ini penghasilannya per bulannya lebih gila lagi gan. Kenalan saya itu punya beberapa property (rumah dan mobil) yang didapatkan dari hasil usaha angkringan nasi kucing miliknya. Sama seperti yang nomor 1, dia mengembangkan bisnis angkringannya dengan sistem waralaba. Saat ini mitranya sudah ada 40 lebih dan akan terus bertambah. Ada yang minat bisnis angkringan nasi kucing?
3. Bisnis Dropship
Ini adalah salah satu jenis bisnis online yang bisa dijalankan dengan modal kecil, walaupun modalnya kecil potensi keuntungannya sangat menjanjikan. Bagi Anda yang belum tahu apa itu bisnis dropship, silahkan baca ulasannya di blog saya, di SINI.
Saya sudah menjalankan bisnis ini sejak setahun yang lalu, dan memang keuntungannya sangat menjanjikan. Untuk menjalankan bisnis ini kita tidak perlu punya barang, tidak perlu mengirim barang, dan tidak perlu menyetok barang. Semua keribetan itu ditangani sepenuhnya oleh pihak suplier. Tugas utama kita adalah mempromosikan produk, baik itu melalui toko online kita, ataupun melalui media sosial. Pembeli kemudian akan transfer untuk pembayaran ke rekening kita, lalu kita hubungi suplier dan transfer biaya pembelian produk dan ongkos kirim, selanjutnya akan diproses oleh pihak suplier.
Namun, ada kekurangan bisnis dropship ini. Jika pembeli menerima barang yang rusak atau terlambat dalam pengiriman, maka kita yang akan dikomplain. Karena itu, kita harus hati-hati memilih suplier. Pilihlah suplier yang memang sudah punya reputasi baik dan sudah cukup terkenal.
Sebenarnya masih ada beberapa jenis bisnis rumahan yang bisa sukses dengan modal kecil. Namun, saya hanya menulis beberapa jenis bisnis yang pernah saya amati langsung. Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah ada jenis bisnis rumahan lainnya yang menurut Anda lebih menarik dan menguntungkan?
Sumber: forum.kompas
Modal yang saya maksud disini adalah modal materiil dan modal non materiil, utamanya modal materiil. Kalau modal non materiil adalah niat dari diri kita sendiri, keahlian, dan lain-lain. Kedua modal ini memang harus ada jika kita mau berhasil di bisnis apapun. Modal keahlian dan niat kalau tanpa modal materiil, rasanya akan sangat sulit berkembang. Ok, berikut ini adalah beberapa usaha rumahan yang bisa sukses dengan modal kecil.
1. Membuka Usaha Makanan Ringan
Ada banyak jenis usaha makanan ringan yang bisa kita temukan di sekitar kita. Misalnya aneka jajanan gorengan, martabak, kue kering, dan masih banyak lagi. Salah satu usaha rumahan yang menurut saya cukup berhasil adalah usaha gorengan.
Usaha gorengan mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, dan mungkin kebanyakan dari kita tidak mau menjalankan usaha ini. Saya punya seorang kenalan yang punya usaha berjualan gorengan tahu pedas. Dia membuat brand usahanya tersebut dengan Tahu Jeletot Taisi. Awalnya saya menganggap bisnisnya ini bisnis ecek-ecek karena .... jualan tahu gitu loh.
Ternyata ini bukan sembarang bisnis, dia berhasil mengembangkan usahanya dengan sistem waralaba. Saat ini dia punya mitra sekitar 60an. Penghasilannya dalam sebulan ngalahin gaji pakerja kantoran level manager. Ternyata duit penjual tahu goreng lebih banyak dari manager di kantor gan.
2. Buka Usaha Angkringan Nasi Kucing
Nah ini dia satu lagi bisnis yang sering dianggap sepele sama banyak orang... jualan nasi kucing kog kayanya ga keren ya. Kalau belum tahu apa itu nasi kucing, monggo di search dulu di Google ya. Saya pribadi orangnya agak gengsi kalau jualan nasi kucing yang pake grobakan gitu. Saya juga punya kenalan yang punya usaha angkrinan nasi kucing lho.
Yang satu ini penghasilannya per bulannya lebih gila lagi gan. Kenalan saya itu punya beberapa property (rumah dan mobil) yang didapatkan dari hasil usaha angkringan nasi kucing miliknya. Sama seperti yang nomor 1, dia mengembangkan bisnis angkringannya dengan sistem waralaba. Saat ini mitranya sudah ada 40 lebih dan akan terus bertambah. Ada yang minat bisnis angkringan nasi kucing?
3. Bisnis Dropship
Ini adalah salah satu jenis bisnis online yang bisa dijalankan dengan modal kecil, walaupun modalnya kecil potensi keuntungannya sangat menjanjikan. Bagi Anda yang belum tahu apa itu bisnis dropship, silahkan baca ulasannya di blog saya, di SINI.
Saya sudah menjalankan bisnis ini sejak setahun yang lalu, dan memang keuntungannya sangat menjanjikan. Untuk menjalankan bisnis ini kita tidak perlu punya barang, tidak perlu mengirim barang, dan tidak perlu menyetok barang. Semua keribetan itu ditangani sepenuhnya oleh pihak suplier. Tugas utama kita adalah mempromosikan produk, baik itu melalui toko online kita, ataupun melalui media sosial. Pembeli kemudian akan transfer untuk pembayaran ke rekening kita, lalu kita hubungi suplier dan transfer biaya pembelian produk dan ongkos kirim, selanjutnya akan diproses oleh pihak suplier.
Namun, ada kekurangan bisnis dropship ini. Jika pembeli menerima barang yang rusak atau terlambat dalam pengiriman, maka kita yang akan dikomplain. Karena itu, kita harus hati-hati memilih suplier. Pilihlah suplier yang memang sudah punya reputasi baik dan sudah cukup terkenal.
Sebenarnya masih ada beberapa jenis bisnis rumahan yang bisa sukses dengan modal kecil. Namun, saya hanya menulis beberapa jenis bisnis yang pernah saya amati langsung. Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah ada jenis bisnis rumahan lainnya yang menurut Anda lebih menarik dan menguntungkan?
Sumber: forum.kompas
4 Ide Kreatif Usaha Sampingan Ibu Rumah Tangga Modal Kecil
Tak sedikit dari ibu-ibu yang juga ingin memiliki usaha sendiri. Sehingga tak sedikit dari mereka yang mencari tau kira-kira usaha sampingan ibu rumah tangga apa ya? Supaya setidaknya ketika menjalankan usaha tersebut dapat menambah pendapat serta dapat mengisi waktu luang.
Nah, jika anda adalah seorang ibu yang ingin memiliki sampingan disela-sela mengurus suami serta anak. Maka mudah-mudahan usaha atau bisnis berikut dapat anda jadikan sarana menambah pemasukkan.
Usaha Katering
Usaha ini sangat cocok bagi ibu-ibu yang jago dalam memasak. Dan rata-rata ibu rumah tangga tentu banyak yang pandai dalam memasak. Untuk itu membuka usaha ini, dirasa cocok sekali. Disamping itu, modal yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis ini tidak terlalu besar. Sebab alat-alat untuk memasak banyak yang sudah memiliki.
Usaha Laundry
Usaha ini sangat cocok bagi ibu-ibu yang tinggal di daerah perkotaan atau di tempat yang banyak orang ngekos atau mondok. Memang untuk menjalankan bisnis ini, modal yang dikeluarkan cukup besar. Tetapi keuntungan dari bisnis ini tetap menggiurkan.
Kreasi Barang Bekas
Telah banyak ditemui para ibu-ibu yang mendaur ulang barang-barang yang tak terpakai menjadi barang yang berguna. Nah, untuk itu coba buat kreasi dari barang-barang bekas yang ada di rumah. Jadikanlan barang-barang tersebut menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi. Sehingga dari barang hasil kreasi tersebut, anda dapat memperoleh pemasukan.
Jual Es Batu
Cukup dengan menggunakan Lemari Es, anda dapat menjalankan bisnis ini. Tetapi untuk pembuatan es batu ini, tidak menggunakan air mentah. Melainkan menggunakan air mineral atau air yang sudah dimasak. Sehingga es batu yang anda jual nantinya dapat steril dari kuman-kuman penyakit.
Nah, jika anda adalah seorang ibu yang ingin memiliki sampingan disela-sela mengurus suami serta anak. Maka mudah-mudahan usaha atau bisnis berikut dapat anda jadikan sarana menambah pemasukkan.
Usaha Katering
Usaha ini sangat cocok bagi ibu-ibu yang jago dalam memasak. Dan rata-rata ibu rumah tangga tentu banyak yang pandai dalam memasak. Untuk itu membuka usaha ini, dirasa cocok sekali. Disamping itu, modal yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis ini tidak terlalu besar. Sebab alat-alat untuk memasak banyak yang sudah memiliki.
Usaha Laundry
Usaha ini sangat cocok bagi ibu-ibu yang tinggal di daerah perkotaan atau di tempat yang banyak orang ngekos atau mondok. Memang untuk menjalankan bisnis ini, modal yang dikeluarkan cukup besar. Tetapi keuntungan dari bisnis ini tetap menggiurkan.
Kreasi Barang Bekas
Telah banyak ditemui para ibu-ibu yang mendaur ulang barang-barang yang tak terpakai menjadi barang yang berguna. Nah, untuk itu coba buat kreasi dari barang-barang bekas yang ada di rumah. Jadikanlan barang-barang tersebut menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi. Sehingga dari barang hasil kreasi tersebut, anda dapat memperoleh pemasukan.
Jual Es Batu
Cukup dengan menggunakan Lemari Es, anda dapat menjalankan bisnis ini. Tetapi untuk pembuatan es batu ini, tidak menggunakan air mentah. Melainkan menggunakan air mineral atau air yang sudah dimasak. Sehingga es batu yang anda jual nantinya dapat steril dari kuman-kuman penyakit.
4 Ide Peluang Bisnis Yang Cocok Untuk Mahasiswa Dengan Modal Kecil
Aku heran banyak mahasiswa yang termotivasi mencari penghasilan. Apa
sih alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa? Seperti yang
sama-sama kita tahu, mahasiswa pasti punya banyak keterbatasan. Salah
satu diantaranya adalah keterbatasan modal. Selain itu, mereka juga
punya kewajiban utama yakni belajar. Jangan sampai, mereka asyik
bekerja, kuliahnya malah keteteran. Nah lho, bagaimana tuh? Nah, berikut
ini saya berikan sejumlah alternatif penghasilan tambahan yang bisa dijalankan oleh mahasiswa.
Menjual Barang
Menjual barang, terutama yang dilakukan secara perorangan, bisa dilakukan di waktu-waktu alias tak terikat waktu. Contohnya, menjual pakaian kepada teman-temannya. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang dan tidak banyak waktu yang terbuang. Cukup dengan beberapa kali telepon at au menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai. Banyak barang yang bisa dijual. Mulai dari busana dan aksesorisnya, barang-barang elektronik ringan seperti jam tangan, yang “berat” seperti radio tape, vcd player sampai dengan komputer. Prinsipnya, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan. Yang penting harus pandai mencari tempat membeli barang-barang tersebut dengan harga yang murah. Bagi yang modalnya pas-pasan, cukup membeli beberapa barang saja untuk sampel.
Menjual Keahlian
Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, mereka yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Bagai yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-per usahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke Tabloid NOVA. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran. Yang jelas, alternatif menjual keahlian memiliki kelebihan, yakni tak perlu modal, kecuali keahlian. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya. Seringkali mereka mungkin akan merasa malu, rendah diri, jengah, dan sebagainya. Membuka Usaha Bagi yang punya modal lebih, buka usaha bisa menjadi pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak. Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik. Manajemen ke dalam adalah baga imana cara mengelola uang di usahanya, bagaimana cara dia untuk mengatur stok penjualan, dan sebagainya. Sedangkan manajemen ke luar adalah bagaimana cara dia memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.
Menjadi Karyawan
Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?
Network Marketing
Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya “diincar”. Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit. Mudah-mudahan, dengan Anda menunjukkan artikel ini kepada anak Anda yang mahasiwa, mereka bisa termotivasi juga dalam mencari penghasilan tambahan. Siapa tahu kalau penghasilan tambahannya mencukupi kelak, mereka bisa menabung, dan malah tidak perlu lagi minta uang saku pada Anda. Syukur-syukur malah Anda yang diberi. Bukan begitu kadang- kadang yang kita inginkan?
Menjual Barang
Menjual barang, terutama yang dilakukan secara perorangan, bisa dilakukan di waktu-waktu alias tak terikat waktu. Contohnya, menjual pakaian kepada teman-temannya. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang dan tidak banyak waktu yang terbuang. Cukup dengan beberapa kali telepon at au menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai. Banyak barang yang bisa dijual. Mulai dari busana dan aksesorisnya, barang-barang elektronik ringan seperti jam tangan, yang “berat” seperti radio tape, vcd player sampai dengan komputer. Prinsipnya, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan. Yang penting harus pandai mencari tempat membeli barang-barang tersebut dengan harga yang murah. Bagi yang modalnya pas-pasan, cukup membeli beberapa barang saja untuk sampel.
Menjual Keahlian
Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, mereka yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Bagai yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-per usahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke Tabloid NOVA. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran. Yang jelas, alternatif menjual keahlian memiliki kelebihan, yakni tak perlu modal, kecuali keahlian. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya. Seringkali mereka mungkin akan merasa malu, rendah diri, jengah, dan sebagainya. Membuka Usaha Bagi yang punya modal lebih, buka usaha bisa menjadi pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak. Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik. Manajemen ke dalam adalah baga imana cara mengelola uang di usahanya, bagaimana cara dia untuk mengatur stok penjualan, dan sebagainya. Sedangkan manajemen ke luar adalah bagaimana cara dia memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.
Menjadi Karyawan
Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?
Network Marketing
Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya “diincar”. Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit. Mudah-mudahan, dengan Anda menunjukkan artikel ini kepada anak Anda yang mahasiwa, mereka bisa termotivasi juga dalam mencari penghasilan tambahan. Siapa tahu kalau penghasilan tambahannya mencukupi kelak, mereka bisa menabung, dan malah tidak perlu lagi minta uang saku pada Anda. Syukur-syukur malah Anda yang diberi. Bukan begitu kadang- kadang yang kita inginkan?
10 Jenis Usaha Yang Paling Menguntungkan Tahun 2014
Sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) wilayah DKI Jakarta
berkembang pesat diperkirakan mencapai pertumbuhan 300% dibandingkan
tahun 2006 berdasarkan data sensus sebanyak 1.124.675 UMKM.
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Ratnaningsih menyatakan sektor tersebut terus berkembang seiring dengan kebutuhan primer masyarakat.
Bagi anda yang akan memulai usaha bisa mempertimbangkan pilihan sektor usaha yang masih berkembang di Jakarta, meliputi :
Menurut Ratnaningsih kesembilan sektor usaha yang penelitiannya
dilakukan Bank Indonesia tersebut bisa menjadi acuan bagi para pengusaha
UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.
Dengan penduduk Jakarta yang mencapai lebih dari 9 juta sangat potensial mengembangkan UMKM.
Sumber : forum.kompas.com
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Ratnaningsih menyatakan sektor tersebut terus berkembang seiring dengan kebutuhan primer masyarakat.
Bagi anda yang akan memulai usaha bisa mempertimbangkan pilihan sektor usaha yang masih berkembang di Jakarta, meliputi :
Usaha industri makanan dan kue
Usaha industri pakaian jadi
Usaha bengkel mobil & motor (karena kendaraan banyak)
Usaha industri batu aji, batu akik dan cincin (karena peningkatan ekonomi masyarakat)
Usaha industri tahu tempe (karena penduduk besar)
Usaha perdagangan accesoris mobil dan motor (kaitannya dengan banyaknya kendaraan)
Usaha industri furniture dan mebel (penduduk banyak perlu rumah dan kantor)
Usaha industri sepatu dan tas
Usaha jasa angkutan perkotaan
Usaha industri pakaian jadi
Usaha bengkel mobil & motor (karena kendaraan banyak)
Usaha industri batu aji, batu akik dan cincin (karena peningkatan ekonomi masyarakat)
Usaha industri tahu tempe (karena penduduk besar)
Usaha perdagangan accesoris mobil dan motor (kaitannya dengan banyaknya kendaraan)
Usaha industri furniture dan mebel (penduduk banyak perlu rumah dan kantor)
Usaha industri sepatu dan tas
Usaha jasa angkutan perkotaan
Usaha bisnis online
Dengan penduduk Jakarta yang mencapai lebih dari 9 juta sangat potensial mengembangkan UMKM.
Sumber : forum.kompas.com
Subscribe to:
Posts (Atom)